KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita
taufiq, hidayah, serta inayahnya kepada kami sehingga kami bisa menyelesaikan
makalah ini yang berjudul ”MAJELIS TA’LIM” atas dukungannya kami mengucapkan
banyak terima kasih.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih
terdapat banyak kekurangan baik dalam penyusunan kalimat, tata bahasa maupun
isinya. Oleh karena itu, kritikan dan saran yang membangun sangat kami
butuhkan, sehingga apa yang kami kerjakan dapat bermanfaat bagi orang lain.
Malang,11 Jan. 18
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan
Penulisan
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Majelis Ta’lim
B. Etika dalam
Majelis Ta’lim
C. Macam-macam
Majelis Ta’lim
D. Fungsi Majelis
Ta’lim
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Macam-macam Majelis Ta’lim
Fungsi Majelis Ta’lim:
B. Saran
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan adalah merupakan tugas dan tanggung jawab bersama
yang di laksanakan secara sadar baik dari pihak terdidik. Kesadaran dalam
melaksanakan pendidikan adalah dimasukkan untuk mencapai kedewasaan dan
kematangan berfikir yang dapat di usahakan
melalui beberapa proses pendidikan yaitu proses pendidkan formal,
informal dan non formal.
Lembaga pendidikan islam luar sekolah adalah pendidikan yang
di kelola oleh masyarakat diluar pendidikan sekolah. Di tandai dengan mencul
Taman Pendidikan Al-qur’an(TPA), taman kanak-kanak Al-quran (TKA), majlis
ta’lim dan betuk-bentuk pengajian keagamaan lainnya.
Majlis ta’lim sebagai salah satu bentuk pendidikan islam
yang bersifat Nonformal, tampak memiliki kekhas tersendiri. Majlis ta’lim tidak
terikat pada paham dan organisasi keagamaan yang sudah tumbuh berkembang.
Sehingga menyerupai kumpulan pengajian yang di selenggarakan atas dasar
kebutuhan untuk memahami islam.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang
dimaksud dengan Majelis Ta’lim ?
2. Bagaimana
beretika dalam Majelis Ta’lim ?
3. Apa saja
macam-macam Majelis Ta’lim ?
4. Apa saja
kegunaan Majelis Ta’lim ?
C. Tujuan Penulisan
1. Agar dapat
mengetahui tentang pengertian Majelis Ta’lim
2. Agar dapat
mengetahui cara beretika dalam Majelis Ta’lim
3. Agar dapat
mengetahui berapa dan apa saja macam Majelis Ta’lim
4. Agar dapat
mengetahui fungsi dari Majelis Ta’lim
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Majelis Ta’lim
Dalam kamus bahasa majlis adalah lembaga (organisasi )
sebagai wadah pengajian dan kata majlis dalam kalangan ulama’ adalah lembaga
masyarakat nonpemerintah yang terdiri atas para ulama islam[1]. Arti ta’lim
adalah pengajaran, jadi Majlis ta’lim adalah secara bahasa adalah tempat untuk
melaksanakan pengajaran atau pengajian agama islam. Secara istilah majlis
ta’lim adalah lembaga pendidikan non formal islam yang memiliki kurikulum
tersendiri.
Dengan demikian majlis ta’lim dapat dipahami sebagai suatu
institut dakwah yang menyelenggarakan pendidikan agama yang berciri non-formal,
tidak teratur waktu belajar, para
peserta disebut jamaah dan bertujuan khusus untuk usaha memasyrakatkan islam.
Adanya majlis ta’lim di tengah-tengah masyarakat bertujuan
untuk menambah ilmu dan keyakinan agama yang akan mendorong pengalaman ajaran
agama sebagai silaturahmi anggota masyarakat dan meningkatkan kesadaran dan
kesejahteraan rumah tangga dan lingkungan jamaahnya(alawiyah, 1997:78) majlis
ta’lim juga berguna dalam membina dan mengembangkan kehidupan beragama dalam
rangka membentuk masyarakat yang bertakwa kepada Allah SWT.
Adapun dalil tentang majlis ta’lim
ياَءيُّهَاالَّدِيْنء
اَمّنُوْ اِاذَا قِيْلَ لَكُمْ
تَفَسَّحُوْ فِى الْمَجَلِسِ فَافْسَحُوْا
يَفْسَحِ اللهُ لَكُمْ وَاِذَا ِقيْلَ انْشُزُوْا
فَانْشُزُ وْا يَرْفَعِ اللهُ
الَّدِيْنَءَامَنُوْامِنْكُمْ
وَالَّذِيْنَ اُوْتُوْاالعِلْمَ دَرَجَتٍ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
الْخَبِيْرٌ(11)
Artinya:
“Hai orang-prang yang beriman,apabila di katakan
kepadamu,”berlapanglah-lapanglah dalam majelis” maka lapangkanlah,niscaya Allah
akan memberikan kelapanganuntukmu. Dan apabila dikatakan,”berdirilah kamu, maka
berdirilah, niscaya Allah akan menigkatkan orang-orang yang beriman diantaramu
dan orang-orang yang di beri ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu
kerjakan.”
Tujuan majlis ta’lim:
a. Majlis ta’lim
sebagai tempat belajar, maka tujuan majlis ta’lim adalah menambah ilmu dan
keyakinan agama agam yang mendorong pengalaman ajaran agama.
b. Majlis ta’lim
berfungsi bertujuan sebagai kontak silaturahmi
c. Majlis ta’lim
berfungsi mewujudkan minat sosial maka tujuannya meningkatkan kesadaran dan
kesejahteraan rumah tangga dan lingkungan jamaahnya.[2]
B. Etika Dalam
Majelis Ta’lim[3]
Tentu kita tahu bahwa menuntut ilmu itu bisa diraih dengan
duduk-duduk di majelis ilmu atau belajar dengan metode lainnya. Menuntut ilmu
dalam sebuah majelis, ada adap yang harus kita jaga, agar sesuai dengan apa
yang dicontohkan Rasulullah saw. Diantaranya sebagai berikut :
1. Ucapkanlah
salam ketika hendak memasuki suatu majelis.
Terjemahan QS An-Nuur ayat 27 Allah swt berfirman,
artinya “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada
penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.”
Juga dalam HR At Tirmidzi no 2706, Berkata Al Albani hadits ini Hasan Shahih,
“Bilamana kalian telah sampai pada sebuah majelis, hendaklah mengucapkan salam,
dan apabila ingin duduk maka duduklah, maka kemudian apabila ingin pergi maka
ucapkanlah salam, sebab bukankah yang pertama itu lebih baik daripada yang
terakhir.”
2. Tidak menyuruh
orang lain berdiri atau bergeser tempat
duduknya.
Dalam HR Bukhari disebutkan bahwa Rasul “Melarang seseorang
membangunkan orang lain yang sedang duduk (dari tempat semula) kemudian dia
duduk padanya, akan tetapi bergeserlah dan berlapanglah.”
3. Dilarang duduk
di tengah atau di antara orang lain tanpa izin.
Rasul bersabda “Tidak halal bagi seseorang memisahkan dua
orang melainkan atas izin mereka berdua.” (HR Abu Daud, Al Albani berkata
hadits ini hasan shahih).
4. Tidak
berbisik-bisik antara dua orang tanpa melibatkan ahli majelis yang lain.
Nabi saw bersabda “Janganlah dua orang saling berbisik-bisik
dengan meninggalkan orang ketiga sebab hal itu dapat membuatnya sedih.”
(Muttafaq ‘Alaihi).
5. Dianjurkan
membaca Dzikrullah dan tilawah
“Tidaklah sekelompok kaum beranjak dari tempat duduknya yang
tidak disebutkan di dalam nama Allah, melainkan seakan mereka beranjak dari
bangkai keledai dan mereka dalam kerugian.” (HR Abu Daud, Al Albani berkata
hadits ini hasan shahih).
6. Menjaga
kebersihan diri, hati dan tempat dalam majelis.
Berdasarkan Hadits Riwayat Tirmidzi, disebutkan bahwa
“Sesungguhnya Allah swt itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha
Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia
Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu.”
7.
Berlapang-lapanglah dalam majelis.
Dalam HR Bukhari, disebutkan bahwa “Melarang seseorang
membangunkan orang lain yang sedang duduk (dari tempat semula) kemudian dia
duduk padanya, akan tetapi bergeserlah dan berlapanglah.”
8. Mambaca do’a
panutup majelis.
Sangat dianjurkan membaca do’a saat majelis do’a selesai.
Do’a tersebut berbunyi :
سُبْحَانَكَ
اللَّهُمَ وَبِحَمْدِكَ اَشْهَدُاَنْ لَاإِلَهَ إِلَّاَاَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
(Subhaanaka Allahumma wabihamdika asyhadu an laa-ilaaha
illaa Anta astaghfiruka wa-atuubu ilaik)
Artinya :
“Maha Suci Engkau Ya Allah, dan dengan memuji-Mu, aku
bersaksi bahwa tiada Illah kecuali Engkau, aku mohon ampunan dan bertaubat
kepada-Mu.” (Do’a ini diambil dari potongan HR Abu Daud).
C. Macam-Macam
Majelis Ta’lim[4]
Majelis Ta’lim dapat dibedakan dari segi lingkungan,
kelompok sosial, dasar pengikat peserta, metode penyajian, dan tipe
kepengurusannya.
1. Berdasarkan
Lingkungan Jama’ahnya
a. Majelis
Ta’lim Pinggiran. Menunjukkan tempat yang biasanya didiami oleh masyarakat
ekonomi lemah.
b. Majelis Ta’lim
Gedongan. Terdapat di daerah elite lama dan baru, dimana penduduknya dianggap
kaya dan terpelajar.
c. Majelis
Ta’lim Kantoran. Diselenggarakan oleh karyawan suatu kantor atau perusahaan
yang mempunyai ikatan yang sangat erat dengan kebijaksanaan kantornya.
d. Majelis Ta’lim
Usroh. Jama’ahnya adalah remaja dengan aliran politik atau agama tertentu.
2. Berdasarkan Kelompok
Sosial Jama’ahnya
a. Majelis
Ta’lim Kaum Bapak
b. Majelis Ta’lim
Kaum Ibu
c. Majelis
Ta’lim Remaja
d. Majelis Ta’lim
Campuran
a. Berdasarkan
Dasar Jama’ahnya
b. Majelis Ta’lim
yang diselenggarakan oleh masjid atau mushola tertentu, yang pesertanya dari
orang-orang yang berada di sekitar masjid atau mushola yang bersangkutan.
c. Majelis
Ta’lim yang diselenggarakan oleh kantor atau instansi tertentu, yang pesertanya
terdiri dari pegawai, karyawan beserta keluarganya.
d. Majelis Ta’lim
yang diselenggarakan oleh RT/RW tertentu, yang pesertanya terdiri dari warga
RT/RW tersebut.
3. Berdasarkan
Metode Penyajiannya
a. Majelis
Ta’lim yang diselenggarakan dengan metode ceramah.
b. Majelis Ta’lim
yang diselenggarakan dengan metode halaqah.
c. Majelis
Ta’lim yang diselenggarakan dengan metode muzakarah.
d. Majelis Ta’lim
yang diselenggarakan dengan metode campuran.
4. Berdasarkan
Tipe Kepengurusannya
a. Pengurus yang
sendirian. Yaitu pemilik majelis ta’lim, pengurus dan juga sekaligus sebagai
guru tetap.
b. Pengurus
bersifat pribadi, dengan dibantu oleh keluarga atau murid.
c. Pengurus
berstruktur organisasi dengan pembagian tugas untuk masa kepengurusan dua
sampai tiga tahun yang dipilih oleh jama’ah.
d. Pengurus
berstruktur organisasi yang ditentukan oleh ketua dan ada pembagian tugas.
Ketua dapat merangkap sebagai guru.
e. Pengurus
berstruktur dan pembagian tugas dengan periode atau tanpa periode kepengurusan.
Yang dibentuk dengan surat keputusan (SK) kantor bersangkutan.
D. Fungsi Majelis
Ta’lim
Majelis Ta’lim memiliki beberapa fungsi atau kegunaan,
diantaranya yaitu :
* Membina dan
mengembangkan ajaran islam dalam rangka membentuk masyarakat yang bertakwa
kepada Allah SWT
* Sebagai teman
rekreasi rohaniyah karena penyelenggarakan bersifat santai
* Sebagai ajang
berlangsung silaturahmi masa yang dapat menghidupkan da’wah dan ukhuwah islamiyah
* Sebagia sarana
dialog berkesinambungan antar ulama dan umara’ dengan umat
* Sebagai media
penyampaian gagsan yang bermanfaat bagi pembangunan umat dan bangsa pada umumya
[5]
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Arti ta’lim adalah pengajaran, jadi Majlis ta’lim adalah
secara bahasa adalah tempat untuk melaksanakan pengajaran atau pengajian agama
islam. Secara istilah majlis ta’lim adalah lembaga pendidikan non formal islam
yang memiliki kurikulum tersendiri.Dengan demikian majlis ta’lim dapat dipahami
sebagai suatu institut dakwah yang menyelenggarakan pendidikan agama yang
berciri non-formal, tidak teratur waktu
belajar, para peserta disebut jamaah dan bertujuan khusus untuk usaha
memasyrakatkan islam.
Etika dalam majlis ta’lim
a. Ucapkanlah
salam ketika hendak memasuki suatu majelis.
b. Tidak menyuruh
orang lain berdiri atau bergeser tempat
duduknya.
c. Dilarang
duduk di tengah atau di antara orang lain tanpa izin.
d. Dilarang duduk
di tengah atau di antara orang lain tanpa izin.
e. Tidak
berbisik-bisik antara dua orang tanpa melibatkan ahli majelis yang lain.
Macam-Macam Majelis Ta’lim
1. Berdasarkan
Lingkungan Jama’ahnya
2. Berdasarkan
Kelompok Sosial Jama’ahnya
3. Berdasarkan
Dasar Jama’ahnya
Fungsi Majelis Ta’lim:
* Membina dan
mengembangkan ajaran islam dalam rangka membentuk masyarakat yang bertakwa
kepada Allah SWT
* Sebagai teman
rekreasi rohaniyah karena penyelenggarakan bersifat santai
* Sebagai ajang
berlangsung silaturahmi masa yang dapat menghidupkan da’wah dan ukhuwah islamiyah
* Sebagia sarana
dialog berkesinambungan antar ulama dan umara’ dengan umat
B. Saran
Menurut kami, makalah yang saya buat belum sempurna masih banyak
kekurangan dan masih banyak masukan dari beberapa pihak. Dari penyusunan
makalah ini terutama dalam hal tentang majlis ta’lim Semoga apa yang di kami buat makalah ini bisa
bermanfaat bagi orang lain.